Kamis, 01 Agustus 2013

BERBAGAI PENDEKATAN PSIKOLOGI

Pendekatan Biologi atau Pendekatan Sosiobiologi
Model dalam psikologi yang memandang perilaku manusia dan hewan dari sudut pandang fungsi biologis.

Pendekatan Behavioristik (Behavioral)
Model psikologi yang menganggap bahwa studi psikologi harusnya lebih berfokus pada perilaku yang dapat diamati saja. Kajian ilmiah ini mengenai berbagai respon perilaku yang dapat diamati dan penentu lingkungannya. Dengan kata lain, memusatkan pada interaksi dengan lingkungan yang dapat dilihat dan diukur.

Pendekatan Psikodinamika (Psychodynamic)
Model psikologi yang mendasarkan pada kepercayaan bahwa perilaku didorong oleh energi dari dalam dan lebih banyak dikuasai oleh ketidaksadaran.
Psikodinamika menekankan pikiran ketidaksadaran, konflik antara naluri biologis dan tuntutan masyarakat, dan pengalaman keluarga dini.

Pendekatan Kognitif
Menekankan pada proses-proses mental yang terlibat dalam mengetahui; bagaimana kita mengarahkan perhatian , bagaimana kita memersepsikan, bagaimana kita mengingat, bagaimana kita berpikir, dan memecahkan masalah kita.

Pendekatan Humanistik (Humanistic)
Model psikologi yang berpendapat bahwa individu pada dasarnya memiliki potensi positif dan  mampu mengendalikan hidupnya. Menekankan pada kualitas-kualitas positif seseorang, kapasitas untuk pertumbuhan positif, dan kebebasan untuk memilih takdir apa pun.

Pendekatan Evolusioner
Menggunakan gagasan-gagasan evolusi, seperti adaptasi, reproduksi, dan “yang mampu bertahan hidup adalah mereka yang mampu menyelaraskan diri dengan lingkngan hhidupnya” (“survival of the fittest”) sebagai dasar untuk menjelaskan perilaku manusia yang spesifik.

Pendekatan Sosial Budaya
Menelusuri cara-cara lingkungan sosiall dan budaya dalam  mempengaruhi perilaku. Para penganut pendekatan sosial budaya berpendapat bahwa pemahaman yang menyeluruh mengenai perilaku seseorang memerlukan pengetahuan mengenai konteks budaya tempat perilaku itu muncul.




TAHAP PERKEMBANGAN PSIKOSEKSUAL MENURUT SIGMUND FREUD


Tahap Oral (lahir sampai sekitar usia 1 tahun)
Tahap ini dimulai ketika bayi. Pada tahap ini, kepuasan oral menjadi pusat dari kehidupan individu. Pada tahap ini, sesuai dengan kebutuhan dasarnya, untuk bertahan hidup, bayi menikmati kepuasan dengan menghisap dan menerima rangsangan melalui mulutnya.

Tahap Anal (1-3 tahun)
Pada tahap anal, anak-anak memasuki masa toilet training (masa yang tepat untuk melatih buang air kecil dan buang air besar pada tempatnya). Pada tahap ini daerah yang sensitif untuk memperoleh kenikmatan adalah pada daerah anus dan pada proses menahan dan mengeluarkan kotoran.

Tahap Phalik (3-5 tahun)
Pada tahap ini, daerah erogen (daerah yang sensitif terhadap rangsangan) adalah wilayah kemaluan. Anak-anak mulai tertarik mengamati alat kelaminnya dan alat kelamin orang lain. Biasanya pada tahap ini anak-anak suka memegang-megang alat kelaminnya dan seolah-olah mendapatkan kepuasan dari perilaku tersebut.

Tahap Laten (5 tahun sampai awal masa puber)
Pada tahap ini dorongan seksual tidak menonjol dan cenderung ditekan. Anak-anak akan memunculkan energi libido dalam bentuk-bentuk yang lebih diterima secara sosial. Misalnya, aktivitas sekolah, olahraga, dan persahabatan dengan teman sebaya yang sama jenis kelaminnya.

Tahap Genital (masa remaja)
Pada tahap ini fokus energi kembali ke area alat kelamin dan individu mulai tertarik  unutk menjalin hubungan dengan teman yang berbeda jenis kelaminnya.

Rabu, 12 Juni 2013

Seperti apa sifat para malaikat???

1. Mereka bersifat pribadi
Bahwa mereka memiliki sifat atau keadaan seperti manusia. Segi-segi penting dalam suatu kepribadian yaitu kecerdasan, perasaan, dan kemauan. Malaikat-malaikat yang baik, Setan, dan roh-roh jahat mempunyai kecerdasan (Mat 8:29; 2 Kor 11:3; 1 Ptr 1:12). Mereka menunjukkan bahwa mereka berperasaan (Luk 2:13; Yak 2:19; Why 12:17). Mereka juga menunjukkan bahwa mereka mempunyai kemauan (Luk 8:28-31; 2 Tim 2:26; Yud 1:6). Oleh karena itu mereka dapat dikatakan pribadi-pribadi meski mereka tidak memiliki tubuh jasmani.
2. Mereka bersifat roh
Malaikat-malaikat yang baik, Setan, dan roh-roh jahat dapat dinamakan makhluk-makhluk halus. Setan adalah roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka (Ef 2:2) dan para malaikat disebut roh-roh yang melayani (Ibr 1:14). Roh-roh yang jahat disebut roh-roh yang najis dan jahat (Luk 8:2).
3. Mereka bersifat kekal dan tidak bertambah banyak
Tuhan mengajarkan bahwa para malaikat tidak menurunkan malaikat-malaikat bayi (Mat 22:30), dan bahwa mereka tidak mati (Luk 20:36).
4. Mereka adalah makhluk yang lebih tinggi daripada manusia
Bahwa manusia yang diciptakan menurut gambar Allah pada dasarnnya lebih rendah daripada Allah. Manusia juga lebih rendah daripada para malaikat karena mereka tergolong makhluk yang luar biasa (elohim) dan berbeda dengan manusia, mereka tidak takluk kepada kematian.
5. Mereka pada mulanya adalah makhluk yang suci
Mereka yang berhasil lulus ujian akan selalu tinggal dalam keadaan aslinya yang suci itu. Yang gagal dinyatakan bahwa mereka dalam keadaan jahat dan memberontak.

Selasa, 11 Juni 2013

cita-cita

Di sebuah hutan yang sangat luas, terdapat banyak pepohonan dengan ukuran sangat besar tentunya. Diantaranya ada 3 pohon yang bersahabat. Suatu ketika mereka berbincang-bincang mengenai cita-cita mereka. Di mulai dari si pohon A. ia bercita-cita suatu saat nanti ia akan ditebang oleh seorang raja dan akan dijadikan pondasi untuk istana raja yang sangat mewah. Lalu si pohon B pun mengatakan cita-citanya ingin suatu saat nanti ia akan ditebang oleh seorang permaisuri dan akan dijadikan sebuah tempat dimana permaisuri itu akan menyimpan perhiasan-perhiasan dan barang-barang mewahnya. Dan tentu barang-barang yang sangat berharga bagi permaisuri. Kemudian si pohon C juga ikut angkat bicara tentang cita-citanya yang berharap suatu saat nanti ia akan ditebang dan akan dijadikan sebuah perahu yang sangat besar yang akan digunakan oleh raja beserta para prajurit dan akan membawa mereka berkeliling dunia.
Maka suatu ketika datanglah seorang nelayan tua ke hutan tersebut berniat ingin menebang pohon. Si nelayan pun menemui ke 3 pohon itu. Ia bermaksud ingin menebang. Dan ia pun mulai menebangnya. Mereka pun merasa sangat kecewa. Cita-cita mereka tak kan mungkin tercapai karena yang menebang mereka hanyalah seorang nelayan tua. Setelah selesai menebang, kemuadian si nelayan membawa kayu-kayu itu ke rumahnya.
Si pohon A dijadikan sebagai kandang hewan peliharaan si nelayan. Si pohon A sangat kecewa karena ia bukan dijadikan sebagai pondasi istana seorang raja. Lalu si pohon B dijadikan sebuah tempat penyimpanan makanan hewan peliharaan si nelayan tersebut. Ia pun tak kala kecewa karena ia bukan dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang berharga permaisuri. Dan kemudian si pohon C dijadikan sebagai sampan untuk si nelayan pergi menangkap ikan. Ia pun merasa sangat kecewa karena menjadi sebuah kapal yang akan membawa raja dan prajuritnya keliling dunia.
Suatu saat Yusuf mencari sebuah tempat untuk ia tinggal bersama Maria dan Yesus. Yusuf mancari-cari tempat yang kosong tetapi tak ia temukan, hingga tak lama kemudian ia menemukan si pohon A yang menjadi sebuah kandang hewan peliharaan si nelayan. Maka tempat itu menjadi tempat dimana Yesus dapat merasa nyaman karena terlindungi oleh angin luar dan juga nyamuk-nyamuk di luar.
Yusuf juga melihat si pohon B disana yang menjadi tempat penyimpanan makanan hewan si nelayan, maka Yusuf pun menjadikannya tempat Yesus berbaring dan Yesus pun merasa lebih nyaman untuk terlelap.
Setelah Yesus tumbuh dewasa, ia ingin pergi menangkap ikan bersama orang-orang disekitarnya, maka ketika Yesus melihat si pohon C, Yesus pun menaikinya dengan murid-muridnya dan pergi menangkap ikan.
Wah………….
Ternyata apa yang terjadi di kemudian hari melebihi cita-cita dan harapan ke 3 pohon tersebut. Yang menggunakan mereka bukan hanya sekedang seorang raja atau permaisuri atau prajurit-prajurit kerajaan. Akan tetapi mereka menjadi sangat berguna bagi Raja dari segala raja yaitu Yesus.